E-Journal open_in_new Perpus Digital Alumni Unduhan download
Beranda / Berita / Outbound MASTAMA 2026 IAI Asy-...

Outbound MASTAMA 2026 IAI Asy-Syadzili Malang

calendar_today 04 Sep 2026
person Admin User
Outbound MASTAMA 2026 IAI Asy-Syadzili Malang

Rangkaian MASTAMA IAI Asy-Syadzili Malang Tahun Akademik 2026/2027 resmi ditutup melalui kegiatan Outbound dan Pengembangan Minat Bakat di Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan. Kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter, kepemimpinan, kekompakan, dan tanggung jawab mahasiswa baru. Rektor IAI Asy-Syadzili Malang, Drs. H. Abdul Mujib Syadzili, M.Si., mendorong mahasiswa menjadi generasi penerus bangsa yang Qur’ani, berilmu, berakhlak, dan memiliki semangat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Outbound MASTAMA 2026 Resmi Ditutup, Rektor IAI Asy-Syadzili Dorong Lahirnya Generasi Penerus Bangsa yang Qur’ani

Pasuruan, 3 September 2026 — Rangkaian Masa Ta’aruf Mahasiswa (MASTAMA) IAI Asy-Syadzili Malang Tahun Akademik 2026/2027 resmi berakhir. Penutupan dilaksanakan setelah mahasiswa baru mengikuti Outbound dan Pengembangan Minat Bakat di Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian MASTAMA yang berlangsung selama tiga hari, 1–3 September 2026. Dua hari pertama dilaksanakan di Kampus IAI Asy-Syadzili Malang dengan agenda pengenalan kehidupan akademik, kelembagaan, kemahasiswaan, serta nilai-nilai yang menjadi karakter perguruan tinggi. Sementara itu, hari ketiga diarahkan pada penguatan karakter, kebersamaan, kepemimpinan, dan pengembangan potensi mahasiswa melalui kegiatan outbound dan minat bakat.
Outbound sebagai Media Pembentukan Karakter Mahasiswa
Kegiatan outbound dipandu oleh Muchammad Jauhari, M.Pd. selaku trainer. Berbagai permainan dan tantangan kelompok dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan rekreatif, melainkan sebagai media pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk membangun kekompakan, komunikasi, kepemimpinan, kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, serta kemampuan memecahkan masalah.
Sejak kegiatan dimulai, mahasiswa baru mengikuti setiap tantangan dengan antusias. Mereka dituntut untuk bekerja sama, menyusun strategi, membangun komunikasi yang efektif, serta saling memberikan dukungan untuk mencapai tujuan bersama.
Setiap aktivitas mengandung pesan pendidikan. Mahasiswa diajak memahami bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individual, tetapi juga oleh kemampuan membangun kepercayaan, kerja sama, dan tanggung jawab dalam sebuah kelompok.
Melalui pendekatan experiential learning, mahasiswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi belajar melalui pengalaman langsung. Setiap tantangan kemudian direfleksikan untuk menemukan nilai dan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan mahasiswa.
Muchammad Jauhari, M.Pd. mengajak mahasiswa memaknai setiap tantangan dalam outbound sebagai gambaran sederhana dari perjalanan kehidupan. Persoalan yang muncul dalam permainan menjadi sarana latihan untuk membangun kesiapan menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan akademik, organisasi, maupun kehidupan bermasyarakat.
Rektor: Jadilah Generasi Penerus Bangsa yang Qur’ani
Setelah rangkaian outbound dan pengembangan minat bakat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penutupan MASTAMA oleh Rektor IAI Asy-Syadzili Malang, Drs. H. Abdul Mujib Syadzili, M.Si.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan harapan besar kepada mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar Asy-Syadzili. Pendidikan yang ditempuh mahasiswa, menurutnya, tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik dan gelar semata. Pendidikan harus mampu melahirkan generasi berilmu, berakhlak, serta memiliki komitmen untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, bangsa, dan agama.
“Kami berharap santri Asy-Syadzili ke depan menjadi generasi penerus bangsa yang Qur’ani. Tidak hanya memiliki ilmu, tetapi juga memiliki akhlak dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama.”
Pesan tersebut sekaligus menegaskan arah pendidikan di lingkungan Asy-Syadzili yang mengintegrasikan tradisi pesantren, nilai-nilai Al-Qur’an, dan pendidikan tinggi.
Mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan profesional, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan nilai dalam menjalani kehidupan.
Jangan Berhenti di S1, Lanjutkan Pendidikan ke Jenjang Lebih Tinggi
Rektor juga mendorong mahasiswa untuk memiliki cita-cita akademik yang tinggi. Menurutnya, semangat menuntut ilmu harus terus dijaga bahkan setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1).
“Setelah menyelesaikan S1, kalau bisa harus melanjutkan S2. Jangan berhenti belajar. Karena masa depan bangsa membutuhkan generasi yang memiliki ilmu pengetahuan sekaligus memiliki nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupannya.”
Dorongan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun tradisi keilmuan yang berkelanjutan di lingkungan IAI Asy-Syadzili Malang. Para mahasiswa diharapkan memiliki orientasi pendidikan jangka panjang serta keberanian untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan dan profesionalitasnya.
Integrasi antara Tahfidzul Qur’an dan pendidikan tinggi menjadi salah satu kekuatan yang terus dikembangkan. Dengan integrasi tersebut, IAI Asy-Syadzili Malang berupaya melahirkan generasi yang memiliki kedalaman spiritual, keluasan ilmu pengetahuan, kematangan akhlak, serta kompetensi yang dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat.
MASTAMA Menjadi Gerbang Awal Perjalanan Akademik
MASTAMA IAI Asy-Syadzili Malang Tahun Akademik 2026/2027 bukan sekadar kegiatan pengenalan kampus. Kegiatan ini menjadi gerbang awal pembentukan identitas mahasiswa sebagai bagian dari sivitas akademika IAI Asy-Syadzili Malang.
Selama tiga hari pelaksanaan, mahasiswa baru memperoleh kesempatan untuk mengenal lingkungan kampus, memahami budaya akademik, membangun persaudaraan, mengenali potensi diri, serta menyiapkan mental untuk menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.
Kegiatan outbound di Kebun Raya Purwodadi semakin memperkuat proses tersebut. Melalui kebersamaan dan berbagai tantangan kelompok, mahasiswa belajar mengenai arti kepemimpinan, komunikasi, tanggung jawab, kepercayaan, solidaritas, dan saling menghargai.
Berakhirnya MASTAMA menandai dimulainya perjalanan baru bagi mahasiswa angkatan pertama IAI Asy-Syadzili Malang. Mereka kini tidak lagi sekadar menjadi peserta MASTAMA, tetapi telah memasuki kehidupan akademik sebagai mahasiswa yang membawa tanggung jawab untuk belajar, bertumbuh, berkarya, dan mengabdi.
Harapan besar disematkan kepada generasi pertama mahasiswa IAI Asy-Syadzili Malang: menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, mencintai Al-Qur’an, berwawasan luas, profesional, serta siap mengambil bagian dalam membangun masyarakat, bangsa, dan agama.
Bagi IAI Asy-Syadzili Malang, pendidikan tidak berhenti pada ruang kuliah dan pencapaian gelar akademik. Pendidikan merupakan proses panjang untuk membentuk manusia yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, akhlak, pengabdian, dan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
Dari Al-Qur’an, Menjadi Generasi Berilmu.
Dari Ilmu, Menjadi Generasi yang Mengabdi.
Dari Asy-Syadzili, untuk Bangsa dan Negeri.
MASTAMA IAI Asy-Syadzili Malang 2026
Bersama Mengenal, Bersama Bertumbuh, Bersama Mengabdi.

Bagikan Artikel: